Kamis, 06 Desember 2012
Yang Ingin belajar PLC. bisa download link di bawah ini. :)
http://www.mediafire.com/download.php?tk4ggg29nzpbuqx
PLC
PLC
Rabu, 05 Desember 2012
Teknik Penilaian Hasil Belajar Siswa
Teknik
Penilaian Hasil Belajar Siswa
1.
Teknik Penilaian
Permendiknas No. 22 tahun 2006
menyatakan bahwa Standar Isi (SI) Untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai
kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Di dalam
SI dijelaskan bahwa kegiatan pembelajaran dalam KTSP meliputi tatap muka,
penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Tatap muka
adalah pertemuan formal antara pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran di
kelas. Penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah
kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik
yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu
penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik, sedangkan waktu
penyelesaian kegiatan mandiri tidak terstruktur diatur sendiri oleh peserta
didik. Sejalan dengan ketentuan tersebut, penilaian dalam KTSP harus dirancang
untuk dapat mengukur dan memberikan informasi mengenai pencapaian kompetensi
peserta didik yang diperoleh melalui kegiatan tatap muka, penugasan
terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Berbagai macam teknik
penilaian dapat dilakukan secara komplementer (saling melengkapi) sesuai dengan
kompetensi yang dinilai. Teknik penilaian yang dimaksud antara lain melalui tes,
observasi, dan penugasan yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan
tingkat perkembangan peserta didik.
a. Tes
Tes
adalah pemberian sejumlah pertanyaan yang jawabannya dapat benar atau salah.
Tes dapat berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik atau tes kinerja.
1. Tes tertulis
Tes tertulis adalah tes yang
menuntut peserta tes memberi jawaban secara tertulis berupa pilihan dan/atau
isian. Tes yang jawabannya berupa pilihan meliputi pilihan ganda, benar-salah,
dan menjodohkan. Sedangkan tes yang jawabannya berupa isian dapat berbentuk
isian singkat dan/atau uraian.
2. Tes lisan
Tes lisan adalah tes yang
dilaksanakan melalui komunikasi langsung (tatap muka) antara peserta didik
dengan pendidik. Pertanyaan dan jawaban diberikan secara lisan.
3. Tes praktik (kinerja)
Tes praktik (kinerja) adalah tes
yang meminta peserta didik melakukan perbuatan/ mendemonstasikan / menampilkan
keterampilan.
Dalam
rancangan penilaian, tes dilakukan secara berkesinambungan melalui berbagai
macam ulangan dan ujian. Ulangan meliputi ulangan harian, ulangan tengah
semester, dan ulangan akhir semester. Sedangkan ujian terdiri atas ujian
nasional dan ujian sekolah.
Ulangan
adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik
secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk melakukan perbaikan
pembelajaran, memantau kemajuan dan menentukan keberhasilan belajar peserta
didik. Macam-macam ulangan adalah sebagai berikut :
1.
Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetens dasar
(KD) atau lebih.
2. Ulangan
tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 –9 minggu kegiatan
pembelajaran. Cakupan ulangantengah semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan
seluruh KD pada periode tersebut.
3. Ulangan
akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester. Cakupan ulangan akhir
semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada
semester tersebut.
Ujian
adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta
didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu
satuan pendidikan. Macam-macam ujian adalah sebagai berikut :
1.
Ujian sekolah adalah kegiatan
pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan
pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah
satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang diujikan
pada ujian sekolah adalah mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran ilmu
pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan pada ujian nasional, dan aspek
kognitif dan/atau psikomotorik untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak
mulia, serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.
2.
Ujian nasional adalah kegiatan
pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran
tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam
rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan.
b. Observasi
Observasi adalah penilaian yang
dilakukan melalui pengamatan terhadap peserta didik selama pembelajaran
berlangsung dan/atau di luar kegiatan pembelajaran. Observasi dilakukan untuk
mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif sesuai dengan kompetensi yang dinilai,
dan dapat dilakukan baik secara formal maupun informal. Penilaian observasi
dilakukan antara lain sebagai penilaian akhir kelompok mata pelajaran agama dan
akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok
mata pelajaran estetika, serta kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan
kesehatan.
c. Penugasan
Penugasan
adalah pemberian tugas kepada peserta didik baik secara perorangan maupun
kelompok. Penilaian penugasan diberikan untuk penugasan terstruktur dan
kegiatan mandiri tidak terstruktur, dan dapat berupa praktik di laboratorium,
tugas rumah, portofolio, projek, dan/atau produk.
1.
Portofolio adalah kumpulan dokumen
dan karya-karya peserta didik dalam bidang tertentu yang diorganisasikan untuk
mengetahui minat,perkembangan prestasi, dan kreativitas peserta didik (Popham,
1999).
2.
Projek
adalah tugas yang diberikan kepada peserta didik dalam kurun waktu tertentu.
Peserta didik dapat melakukan penelitian melalui pengumpulan, pengorganisasian,
dan analisis data, serta pelaporan hasil kerjanya. Penilaian projek
dilaksanakan terhadap persiapan, pelaksanaan, dan hasil.
3.
Produk
(hasil karya) adalah penilaian yang meminta peserta didik menghasilkan suatu
hasil karya. Penilaian produk dilakukan terhadap persiapan, pelaksanaan/proses
pembuatan, dan hasil.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Arikunto,,Suharsimi. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan,
Jakarta: Bumi Aksara, 8:2009.
4.
http://www.peutuah.com/pengertian-evaluasi-pengukuran-tes-dan-penilaian/.
Senin, 26 November 2012
Inverter (1 fasa) Modified Line 300 Watt’
Abstrak : paper ini membahas
tentang ‘Inverter (1 fasa) Modified Line
300 Watt’ dengan PWM dan Pushpull. Penelitian lebih difokuskan pada model
dinamis dan performa system. Metode yang digunakan adalah metode rangkaian dan dilanjutkan
dengan analisis rangkaian.
Kata Kunci : inverter, PWM,
pushpull.
1 1. Pendahuluan
Inverter adalah sebagai pembalik,
yaitu membalik tegangan DC menjadi AC. Pada motor listrik, biasanya inverter
digunakan untuk mengatur kecepatan putaran motor. Untuk mengaturnya dengan menggeser
fasa pada input motor. Untuk menggeser fasa, pada rangkaian inverter
menggunakan transistor yang inputnya DC, kemudian transistor tersebut dapat menghasilkan
sinyal AC dengan periode tertentu. Inverter juga mengkonversi DC dari perangkat
seperti batere, panel
surya / solar cell menjadi AC.
Inverter sendiri ada 2 macam, yaitu high frequency & low
frequency, high frequency jauh lebih ringan dari low frequency. Inverter high
frequensi memiliki efisiensi diatas 90%, sedangkan yang low memiliki efisiensi
80% saja. Yang biasa dipakai di mobil adalah high frequency (karena ringan).
Sedangkan
jenis gelombang yang dihasilkan inverter ada 3 jenis, pemilihan dari ketiga jenis
gelombang ini sangat penting dalam menentukan jenis inverter dalam memenuhi kebutuhannya.
Ketiga jenis gelombang itu adalah :
·
Square wave (gelombang kotak)
Sesuai dengan namanya gelombang yang dihasilkan berupa
kotak-kotak. Saat ini sudah jarang ditemukan karena banyak perlengkapan elektronik
tidak dapat bekerja pada jenis gelombang ini.
·
Modified Sine Wave
Ini adalah jenis gelombang pilihan mayoritas masyarakat, produk dengan gelombang
ini lebih ekonomis dan range penggunaan fleksibel, peralatan rumah tangga,
working tools, komputer dan masih banyak lagi. Namun gelombang ini tidak cocok bila
digunakan pada alat-alat dengan presisi gelombang sangat tinggi, seperti laser
printer dan alat-alat kedokteran.Untuk penggunaan sehari-hari, kami anjurkan menggunakan
Inverter bergelombang modified Sine Wave ini.
·
True Sine Wave
Ini adalah jenis gelombang terbaik output power inverter. True Sine Wave
setara bahkan lebih baik dari kualitas gelombang listrik rumahan. True sine wave inverter diperlukan terutama
untuk beban-beban yang masih menggunakan motor agar bekerja lebih mudah, lancar
dan tidak cepat panas. Oleh karena itu dari sisi harga maka true
sine wave inverter adalah
yang paling mahal diantara yang lainnya karena dialah yang paling mendekati bentuk
gelombang asli dari jaringan listrik PLN.
Penggunaan
inverter dari dalam Pembangkit
Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah untuk perangkat yang menggunakan AC
(Alternating Current). Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan inverter:
·
Kapasitas
beban dalam Watt, usahakan memilih inverter
yang beban kerjanya mendekati dengan
beban yang hendak kita gunakan agar effisiensi kerjanya maksimal
·
Input
DC 12 Volt atau 24 Volt
·
Sine
wave ataupun square wave outuput AC
Rugi-rugi
/ loss yang terjadi pada inverter
biasanya berupa dissipasi daya dalam bentuk panas. Effisiensi tertinggi dipegang
oleh grid tie inverter yang diclaim bias mencapai 95-97% bila beban outputnya
hamper mendekati rated bebannya. Sedangkan pada umumnya effisiensi
inverter adalah berkisar 50-90% tergantung dari beban outputnya. Bila beban
outputnya semakin mendekati beban kerja inverter yang tertera maka effisiensinya
semakin besar, demikian pula sebaliknya. Modified sine wave inverter
ataupun square wave inverter bila dipaksakan untuk beban-beban induktif maka effisiensinya
akan jauh berkurang dibandingkan dengan true sine wave inverter.
Perangkatnya akan menyedot daya 20% lebih
besar dari yang seharusnya.
22.LandasanTeori
a.
PWM
PWM
merupakan suatu teknik dalam mengatur kerja
suatu peralatan yang memerlukan arus pull in yang besar dan untuk menghindari
disipasi daya yang berlebihan dari peralatan yang akan dikontrol. PWM
merupakan suatu metoda untuk mengatur kecepatan perputaran motor dengan cara mengatur
prosentase lebar pulsa high terhadap perioda dari suatu sinyal persegi dalam bentuk
tegangan periodik yang diberikanke motor sebagai sumber daya. Semakin besar perbandingan
lama sinyal high dengan perioda sinyal maka semakin cepat motor berputar.
Sinyal
PWM dapat dibangun dengan banyak cara, dapat menggunakan metode analog
menggunakan rankaian op-amp atau dengan menggunakan metode digital. Dengan metode
analog setiap perubahan PWM-nya sangat halus, sedangkan menggunakan metode
digital setiap perubahan PWM dipengaruhi oleh resolusi dari PWM itu sendiri.
Misalkan PWM digital 8 bit berarti PWM tersebut memiliki resolusi 2 pangkat 8 =
256, maksudnya nilai keluaran PWM ini memiliki 256 variasi, variasinya mulai dari
0 – 255 yang mewakili duty cycle 0 – 100% dari keluaran PWM tersebut.
Lebar pulsa PWM dinyatakan dalam Duty Cycle. Misalnya Duty Cycle 10% berarti lebar pulsa adalah
1/10 bagian dari satu periode penuh. Semakin kecil pulsa PWM maka tegangan ekivalen
liniernya makin kecil. Gambaran singkat teknik PWM yang sering diterapkan untuk
pengendali motor DC.
b.
PUSHPULL
Keluaran push–pull atau tarik–ulur
adalah sebuah sirkuit elektronik
yang dapat menggerakkan baik arus positif ataupun
negatif kepada
beban. Keluaran push–pull adalah standar untuk logika digital
TTL dan
CMOS
serta
beberapa jenis penguat, dan biasanya terbuat dari pasangan transistor
komplementer,
salah satu membenamkan arus dari beban ke catu negatif, sedangkan yang lainnya menyuplai
arus dari catu positif ke beban. Karena biasanya skema sirkuit digambar
vertical dengan dua transistor yang ditumpuk, sirkuit ini sering juga di namai keluaran
tiang totem (totem pole). Tabung
termionik tidak tersedia dalam tipe komplementer (seperti
transistor PNP dan NPN) sehingga penguat push–pull tabung dibuat dengan menggunakan
dua tabung identik yang digerakkan dalam anti fasa,
tabung tersebut menggerakkan arus di antaradua lilitan primer transformator
yang bersadapan tengah.
c.
INVERTER MODIFIED SINE
Modified sine wave inverter merupakan
kombinasi antara square wave dan sine wave. Bentuk gelombangnya bila dilihat
melalui oscilloscope berbentuk sinus dengan ada garis putus-putus di antara sumbu
y=0 dan grafik sinusnya. Perangkat yang menggunakan kumparan masih bias beroperasi
dengan modified sine wave inverter, hanya saja kurang maksimal.
Modified sine wave aman untuk peralatan listrik, dan
dikarenakan gelombang modified sine wave hanya bias untuk peralatan seperti komputer,
TV, lampu, blender, tapi tidak bias untuk beban induktif seperti pompa air, air
conditioner dan kulkas. Gelombang inverter
modified sine wave ini aman untuk peralatan listrik tetapi jika untuk beban induktif
seperti pompa air, kulkas dan air conditioner maka membutuhkan tarikan awal sebesar
7x walaupun jika pada listrik PLN hanya membutuhkan tarikan awal 2x saja.
3. Simulasi/Perancangan
Gambar Rangkaian
Tampak AtasTampak Atas
1 4. Metode
Rangkaian inverter modified sine ini
berfungsi untuk mengubah tegangan input yang semula DC (direct current) menjadi
AC (alternative current). Yaitu input sebesar
12 volt DC masuk ke PWM untuk mendapatkan gelombang duty cycle . Kemudian kerangkaian
push pull untuk mendapatkan tegangan AC dengan menggunakan komponen semi
konduktor yaitu mosfet type P (IR540). Dengan gate terhubung pada output IC
CD4047 kaki nomor 10 dan 11 sebagai daya picu, dan gate source akan terhubung dengan
ground kemudian drain sebagai output yang terhubung dengan trafo (CT 3 Ampere)
12 volt dan CT terhubung ketegangan input 12 volt DC. Sedangkan untuk output
dari trafo yaitu 0 dan 220 volt yang selanjutnya dapat langsung ke Load atau beban
yang akan di pasang.
5. HasildanAnalisis
Setelah dijalankan untuk melihat
output pada osiloskop digunakan rangkaian pembagi tegangan menggunakan 3 buah
resistor yang bernilai R1=20k Ω, R2=100k Ω dan R3=100k Ω .Maka output yang dihasilkan
pada masing - masing rangkaian adalah
V1=16 v lalu V2 dan V3 =80 v sehingga output maksimal yang dikeluarkan adalah
176v.
66.
Kesimpulan
Dalam rangkaian inverter modified
sine ini dapat dipergunakan untuk pengganti listrik dari PLN dengan menggunakan
inputan DC 12v rangkaian ini. Output dari rangkaian ini adalah 220v secara
normal dan dapat langsung disambung lampu atau apapun peralatan listrik sebagai
beban output rangkaian ini .Output dari rangkaian masuk kesisi sekunder dari trafo
lalu output 220v keluar dari sisi primer trafo3A .
Langganan:
Postingan (Atom)


