#menubar{ width:900px; margin-top:5px; float:center; background:#de360f; height:35px; border:1px solid #de360f; } #menubar-left{ float:left; width:900px; padding-top:1px; } #menubar ul{ position:relative; overflow:hidden; padding:0; margin:0; font-weight:none; font-size:12px; } #menubar li{ cursor:pointer; float:left; margin:0 padding:0; height:32px; } #menubar ul li{ float:left; list-style:none } #menubar ul li a{ border-right:1px solid #F0512D; float:left; padding: 9px 12px; text-decoration:none; color: #ffffff; font-weight:bold; font-size:14px; font-family: Calibri; } #menubar ul li a:hover{ background:transparent; color: #ffa500; } #menubar ul li a.current, #menubar ul li a.current:visited, #menubar ul li a.current:hover{ color:#ffa500; }

Kamis, 06 Desember 2012

Yang Ingin belajar PLC. bisa download link di bawah ini. :)

http://www.mediafire.com/download.php?tk4ggg29nzpbuqx
PLC

Uji coba Si POPO. :D


Rabu, 05 Desember 2012

Elektro Line Tracer Contest 2011


Teknik Penilaian Hasil Belajar Siswa


Teknik Penilaian Hasil Belajar Siswa
1.      Teknik Penilaian
Permendiknas No. 22 tahun 2006 menyatakan bahwa Standar Isi (SI) Untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Di dalam SI dijelaskan bahwa kegiatan pembelajaran dalam KTSP meliputi tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Tatap muka adalah pertemuan formal antara pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran di kelas. Penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi pembelajaran oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik untuk mencapai standar kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditentukan oleh pendidik, sedangkan waktu penyelesaian kegiatan mandiri tidak terstruktur diatur sendiri oleh peserta didik. Sejalan dengan ketentuan tersebut, penilaian dalam KTSP harus dirancang untuk dapat mengukur dan memberikan informasi mengenai pencapaian kompetensi peserta didik yang diperoleh melalui kegiatan tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Berbagai macam teknik penilaian dapat dilakukan secara komplementer (saling melengkapi) sesuai dengan kompetensi yang dinilai. Teknik penilaian yang dimaksud antara lain melalui tes, observasi, dan penugasan yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik.

a.    Tes
Tes adalah pemberian sejumlah pertanyaan yang jawabannya dapat benar atau salah. Tes dapat berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik atau tes kinerja.
1.      Tes tertulis
Tes tertulis adalah tes yang menuntut peserta tes memberi jawaban secara tertulis berupa pilihan dan/atau isian. Tes yang jawabannya berupa pilihan meliputi pilihan ganda, benar-salah, dan menjodohkan. Sedangkan tes yang jawabannya berupa isian dapat berbentuk isian singkat dan/atau uraian.

2.      Tes lisan
Tes lisan adalah tes yang dilaksanakan melalui komunikasi langsung (tatap muka) antara peserta didik dengan pendidik. Pertanyaan dan jawaban diberikan secara lisan.
3.      Tes praktik (kinerja)
Tes praktik (kinerja) adalah tes yang meminta peserta didik melakukan perbuatan/ mendemonstasikan / menampilkan keterampilan.
            Dalam rancangan penilaian, tes dilakukan secara berkesinambungan melalui berbagai macam ulangan dan ujian. Ulangan meliputi ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester. Sedangkan ujian terdiri atas ujian nasional dan ujian sekolah.
Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk melakukan perbaikan pembelajaran, memantau kemajuan dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Macam-macam ulangan adalah sebagai berikut :
1. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetens dasar (KD) atau lebih.
2. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 –9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangantengah semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
3. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester. Cakupan ulangan akhir semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.
Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan. Macam-macam ujian adalah sebagai berikut :
1.    Ujian sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang diujikan pada ujian sekolah adalah mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan pada ujian nasional, dan aspek kognitif dan/atau psikomotorik untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.
2.    Ujian nasional adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan.

b.    Observasi

Observasi adalah penilaian yang dilakukan melalui pengamatan terhadap peserta didik selama pembelajaran berlangsung dan/atau di luar kegiatan pembelajaran. Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif sesuai dengan kompetensi yang dinilai, dan dapat dilakukan baik secara formal maupun informal. Penilaian observasi dilakukan antara lain sebagai penilaian akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, serta kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.
c.    Penugasan
Penugasan adalah pemberian tugas kepada peserta didik baik secara perorangan maupun kelompok. Penilaian penugasan diberikan untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur, dan dapat berupa praktik di laboratorium, tugas rumah, portofolio, projek, dan/atau produk.
1.    Portofolio adalah kumpulan dokumen dan karya-karya peserta didik dalam bidang tertentu yang diorganisasikan untuk mengetahui minat,perkembangan prestasi, dan kreativitas peserta didik (Popham, 1999).
2.    Projek adalah tugas yang diberikan kepada peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Peserta didik dapat melakukan penelitian melalui pengumpulan, pengorganisasian, dan analisis data, serta pelaporan hasil kerjanya. Penilaian projek dilaksanakan terhadap persiapan, pelaksanaan, dan hasil.
3.    Produk (hasil karya) adalah penilaian yang meminta peserta didik menghasilkan suatu hasil karya. Penilaian produk dilakukan terhadap persiapan, pelaksanaan/proses pembuatan, dan hasil.
DAFTAR PUSTAKA
1.      Arikunto,,Suharsimi. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 8:2009.
4.      http://www.peutuah.com/pengertian-evaluasi-pengukuran-tes-dan-penilaian/.




Senin, 26 November 2012

Inverter (1 fasa) Modified Line 300 Watt’

Abstrak : paper ini membahas tentang ‘Inverter (1 fasa) Modified Line 300 Watt’ dengan PWM dan Pushpull. Penelitian lebih difokuskan pada model dinamis dan performa system. Metode yang digunakan adalah metode rangkaian dan dilanjutkan dengan analisis rangkaian.
Kata Kunci : inverter, PWM, pushpull.
1 1. Pendahuluan
            Inverter adalah sebagai pembalik, yaitu membalik tegangan DC menjadi AC. Pada motor listrik, biasanya inverter digunakan untuk mengatur kecepatan putaran motor. Untuk mengaturnya dengan menggeser fasa pada input motor. Untuk menggeser fasa, pada rangkaian inverter menggunakan transistor yang inputnya DC, kemudian transistor tersebut dapat menghasilkan sinyal AC dengan periode tertentu. Inverter juga mengkonversi DC dari perangkat seperti baterepanel surya / solar cell menjadi AC.

            Inverter sendiri ada 2  macam, yaitu high frequency & low frequency, high frequency jauh lebih ringan dari low frequency. Inverter high frequensi memiliki efisiensi diatas 90%, sedangkan yang low memiliki efisiensi 80% saja. Yang biasa dipakai di mobil adalah high frequency (karena ringan).
                        Sedangkan jenis gelombang yang dihasilkan inverter ada 3 jenis, pemilihan dari ketiga jenis gelombang ini sangat penting dalam menentukan jenis inverter dalam memenuhi kebutuhannya. Ketiga jenis gelombang itu adalah :
·         Square wave (gelombang kotak)
 Sesuai dengan namanya gelombang yang dihasilkan berupa kotak-kotak. Saat ini sudah jarang ditemukan karena banyak perlengkapan elektronik tidak dapat bekerja pada jenis gelombang ini.
·         Modified Sine Wave
Ini adalah jenis gelombang pilihan mayoritas masyarakat, produk dengan gelombang ini lebih ekonomis dan range penggunaan fleksibel, peralatan rumah tangga, working tools, komputer dan masih banyak lagi. Namun gelombang ini tidak cocok bila digunakan pada alat-alat dengan presisi gelombang sangat tinggi, seperti laser printer dan alat-alat kedokteran.Untuk penggunaan sehari-hari, kami anjurkan menggunakan Inverter bergelombang modified Sine Wave ini.
·         True Sine Wave
Ini adalah jenis gelombang terbaik output power inverter. True Sine Wave setara bahkan lebih baik dari kualitas gelombang listrik rumahan. True sine wave inverter diperlukan terutama untuk beban-beban yang masih menggunakan motor agar bekerja lebih mudah, lancar dan tidak cepat panas. Oleh karena itu dari sisi harga maka true sine wave inverter adalah yang paling mahal diantara yang lainnya karena dialah yang paling mendekati bentuk gelombang asli dari jaringan listrik PLN. 
                        Penggunaan inverter dari dalam Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah untuk perangkat yang menggunakan AC (Alternating Current). Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan inverter:
·         Kapasitas beban dalam Watt, usahakan memilih inverter yang beban kerjanya mendekati dengan beban yang hendak kita gunakan agar effisiensi kerjanya maksimal
·         Input DC 12 Volt atau 24 Volt
·         Sine wave ataupun square wave outuput AC
               Rugi-rugi / loss yang terjadi pada inverter biasanya berupa dissipasi daya dalam bentuk panas.  Effisiensi tertinggi dipegang oleh grid tie inverter yang diclaim bias mencapai 95-97% bila beban outputnya hamper mendekati rated bebannya.  Sedangkan pada umumnya effisiensi inverter adalah berkisar 50-90% tergantung dari beban outputnya.  Bila beban outputnya semakin mendekati beban kerja inverter yang tertera maka effisiensinya semakin besar, demikian pula sebaliknya.  Modified sine wave inverter ataupun square wave inverter bila dipaksakan untuk beban-beban induktif maka effisiensinya akan jauh berkurang dibandingkan dengan true sine wave inverter.  Perangkatnya akan menyedot daya 20%  lebih besar dari yang seharusnya.
22.LandasanTeori
a.         PWM
     PWM  merupakan suatu teknik dalam mengatur kerja suatu peralatan yang memerlukan arus pull in yang besar dan untuk menghindari disipasi daya yang berlebihan dari peralatan yang akan dikontrol. PWM  merupakan suatu metoda untuk mengatur kecepatan perputaran motor dengan cara mengatur prosentase lebar pulsa high terhadap perioda dari suatu sinyal persegi dalam bentuk tegangan periodik yang diberikanke motor sebagai sumber daya. Semakin besar perbandingan lama sinyal high dengan perioda sinyal maka semakin cepat motor berputar.
     Sinyal PWM dapat dibangun dengan banyak cara, dapat menggunakan metode analog menggunakan rankaian op-amp atau dengan menggunakan metode digital. Dengan metode analog setiap  perubahan PWM-nya sangat halus, sedangkan menggunakan metode digital setiap perubahan PWM dipengaruhi oleh resolusi dari PWM itu sendiri. Misalkan PWM digital 8 bit berarti PWM tersebut memiliki resolusi 2 pangkat 8 = 256, maksudnya nilai keluaran PWM ini memiliki 256 variasi, variasinya mulai dari 0 – 255 yang mewakili duty cycle 0 – 100% dari keluaran PWM tersebut.
Lebar pulsa PWM dinyatakan dalam Duty Cycle. Misalnya Duty Cycle 10% berarti lebar pulsa adalah 1/10 bagian dari satu periode penuh. Semakin kecil pulsa PWM maka tegangan ekivalen liniernya makin kecil. Gambaran singkat teknik PWM yang sering diterapkan untuk pengendali motor DC.

b.         PUSHPULL
Keluaran push–pull atau tarik–ulur adalah sebuah sirkuit elektronik yang dapat menggerakkan baik arus positif ataupun negatif kepada beban. Keluaran push–pull adalah standar untuk logika digital TTL dan CMOS serta beberapa jenis penguat, dan biasanya terbuat dari pasangan transistor komplementer, salah satu membenamkan arus dari beban ke catu negatif, sedangkan yang lainnya menyuplai arus dari catu positif ke beban. Karena biasanya skema sirkuit digambar vertical dengan dua transistor yang ditumpuk, sirkuit ini sering juga di namai keluaran tiang totem (totem pole). Tabung termionik tidak tersedia dalam tipe komplementer (seperti transistor PNP dan NPN) sehingga penguat push–pull tabung dibuat dengan menggunakan dua tabung identik yang digerakkan dalam anti fasa, tabung tersebut menggerakkan arus di antaradua lilitan primer transformator yang bersadapan tengah.

c.         INVERTER MODIFIED SINE
Modified sine wave inverter merupakan kombinasi antara square wave dan sine wave.  Bentuk gelombangnya bila dilihat melalui oscilloscope berbentuk sinus dengan ada garis putus-putus di antara sumbu y=0 dan grafik sinusnya.  Perangkat yang menggunakan kumparan masih bias beroperasi dengan modified sine wave inverter, hanya saja kurang maksimal.
Modified sine wave aman untuk peralatan listrik, dan dikarenakan gelombang modified sine wave hanya bias untuk peralatan seperti komputer, TV, lampu, blender, tapi tidak bias untuk beban induktif seperti pompa air, air conditioner dan kulkas. Gelombang inverter modified sine wave ini aman untuk peralatan listrik tetapi jika untuk beban induktif seperti pompa air, kulkas dan air conditioner maka membutuhkan tarikan awal sebesar 7x walaupun jika pada listrik PLN hanya membutuhkan tarikan awal 2x saja.

3. Simulasi/Perancangan

Gambar Rangkaian
                   Tampak Atas


                   Tampak Atas


1  4. Metode
            Rangkaian inverter modified sine ini berfungsi untuk mengubah tegangan input yang semula DC (direct current) menjadi AC (alternative current). Yaitu  input sebesar 12 volt DC masuk ke PWM untuk mendapatkan gelombang duty cycle . Kemudian kerangkaian push pull untuk mendapatkan tegangan AC dengan menggunakan komponen semi konduktor yaitu mosfet type P (IR540). Dengan gate terhubung pada output IC CD4047 kaki nomor 10 dan 11 sebagai daya picu, dan gate source akan terhubung dengan ground kemudian drain sebagai output yang terhubung dengan trafo (CT 3 Ampere) 12 volt dan CT terhubung ketegangan input 12 volt DC. Sedangkan untuk output dari trafo yaitu 0 dan 220 volt yang selanjutnya dapat langsung ke Load atau beban yang akan di pasang.
           
   5. HasildanAnalisis
            Setelah dijalankan untuk melihat output pada osiloskop digunakan rangkaian pembagi tegangan menggunakan 3 buah resistor yang bernilai R1=20k Ω, R2=100k Ω dan R3=100k Ω .Maka output yang dihasilkan pada masing -  masing rangkaian adalah V1=16 v lalu V2 dan V3 =80 v sehingga output maksimal yang dikeluarkan adalah 176v.
66. Kesimpulan
            Dalam rangkaian inverter modified sine ini dapat dipergunakan untuk pengganti listrik dari PLN dengan menggunakan inputan DC 12v rangkaian ini. Output dari rangkaian ini adalah 220v secara normal dan dapat langsung disambung lampu atau apapun peralatan listrik sebagai beban output rangkaian ini .Output dari rangkaian masuk kesisi sekunder dari trafo lalu output 220v keluar dari sisi primer trafo3A .